Langsung ke konten utama

Asal muasal Nama Kota Garut


Asal muasal kota yang terkenal dengan makanan khasnya yaitu dodol ataupun yang identik dengan domba nya, konon muncul dengan penamaan yang tidak disengaja. Kota yang menjadi destinasi favorit para pendaki dalam dan luar negri ini menurut catatan sejarah, ibu kota garut sebelum seperti sekarang ini sempat berpindah-pindah. Sejalan dengan kebijakan pemerintah kolonial, ibukota kabupaten yang awalnya di Balubur Limbangan, sempat di pindahkan ke daerah Suci. Namun seiring berjalannya waktu, menyesuaikan dengan keadaan dan juga kebutuhan, daerah tersebut dianggap tidak cocok untuk alasan pengembangan kota. Dengan alasan tersebut, maka dicarilah tempat disekitar Karangpawitan. Namun saying di daerah tersebut miskin sumber air.

Bupati Garut saat itu, Raden Adipari Adiwijaya atau dikenal juga sebagai Tumenggang Adiwijaya, membentuk panitia untuk mencari tempat yang benar-benar cocok dan strategis untuk ibukota kabupaten Garut. Serombongan orang atas dasar perintah dari Raden Adipari Wijaya sebagai pimpinan daerah kemudian mencari daerah baru untuk kemudian dijadikan ibu kota kabupaten. Setelah itu, tibalah mereka di sebuah lembah di sebelah barat suci, yang tanahnya relative datar namun indah karena dikelilingi deretan gunung seperti tanah dalam mangkuk.

Ditempat itu pula ditemukan mata air dan airnya berbentuk telaga yang kemudian mengalir tulus ke sebuah sungai yang sekarang kita kenal dengan Sungai Cimanuk. Para pekerja kemudian membenahi tempat tersebut sehingga layak untuk dijadijan sebagai daerah ibukota kabupaten baru. Maka dimulailah proses ngabaladah. Namun seseorang diantara pekerja harus teluka karena goresan pohon berduri (marantha). Diceritakan Orang tersebut kakarut sampai berdarah. Dalam Bahasa Sunda, kakarut berarti tergores. Namun orang Belanda yang ikut mengawasi pekerjaan itu melisankan sengan ucapan yang berbeda. Lidah orang Belanda itu menyebabkan pelafalan kata kakarut tadi menjadi berubah dan berbunyi gagarut. Dalam banyak hal, orang dahulu kadang ikut-ikutan meniru ucapan orang-orang Belanda tersebut. Sejak saat itu, pohon berduri yang berupa semak belukar Ki Garut, dan telaga yang subur dan melimpah airnya itupun dinamai Ci Garur. Tidak disangka dan tidak ada yang mengira peristiwa kecil itu telah melahirkan nama Garut yang besar dan terkenal seantero negri bahkan mancanegara, hingga sekarang.

Demikianlah sejarah dan asal-usul nama “Garut” yang penulis tulis berdasarkan sumber-sumber yang diyakini bisa dipertanggung jawabkan. Semoga bermanfaat dan menambah konten pengetahuan pembaca. Atau menjadi referensi pembaca untuk kemudian menceritakannya kepada anak cucu dan generasi selanjutnya supaya senantiasa lestari dan menambah wawasan.

Jangan Lupa isi kolom Komentar apabila ada kritik dan saran seputar Artikel diatas.
Terimakasih telah berkunjung dan menyempatkan waktunya


Komentar